Kasih dengan Setitik Air Mata

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Langit yang semula terang, tiba-tiba menjadi gelap. Kerumunan orang mulai ribut bersiap-siap menyambut kedatangan hujan. Gemuruh petir mulai terdengar. Depot-depot mulai tutup, gerobak penjual bakso mulai di jalan kan. Anak-anak yang semula bermain jungkat-jungkit, berlarian menyambut kedatangan orang tua nya. Anak-anak yang tinggi mulai memakai jas hujan dan mengendarai motor nya. Ku lihat para guru kami juga buru-buru keluar dari sekolah.

Hujan pun turun begitu deras, suara petir menaikan bulu kudu ku. Mengamati dari suatu jendela yang setengah terbuka, kuintip keluar melihat angin yang bertiup kencang. Ku hembus kan nafas yang panjang dan menunggu di kelas dengan beberapa anak yang lain nya. Satu per satu mulai keluar dari pintu kelas berpelukan dengan orang tua mereka. Guru kelas kami sibuk mengantarkan anak-anak yang lain ke orang tua masing-masing serta menyuruh kami murid-murid yang belum di jemput untuk tunggu di kelas. Sisa 5, 4, 2… , aku lalu duduk melipat tangan dan tertunduk kecewa. Pintu kelas terbuka lebar, angin yang masuk bisa kurasakan. Dingin berada di kelas sendirian, gemetar mendengar suara petir yang begitu dekat.

Kutunggu dan tunggu tetapi tidak ada panggilan. Kututup pintu dan jendela, kutarik beberapa meja dan duduk di pojok, berpikir membuat benteng akan menghangatkanku. Kuambil tasku dan kupeluk. Pintu terbanting keras, aku kaget terbangun dengan setengah sadar. “Mengapa kamu di pojokan nak?, ayo, ibu antar pulang.” Mendengar ucapan lembut itu aku berdiri. Dia mendekati ku, mengambil jaket nya dan memakai kan nya pada ku sambil berkata “Ayo kamu harus tegar.”. Setelah memakai jaket dan berterima kasih, aku baru sadar itu guru kelas ku. Dia melihat ku dengan senyuman yang manis, lalu aku pun di gandeng keluar. Di bonceng di pangku depan, aku terdiam tidak bisa berkata-kata. Hanya suara hujan yang terdengar di telingaku. Ku bingung di satu sisi yang terasa dingin dan kecewa kenapa aku dibiarkan sendirian, tetapi di sisi lain terasa hangat, senang, dan berterima kasih karena ada yang datang menolong.

Sesampai nya di depan rumah, dengan polos ku cepat-cepat masuk ke rumah untuk main. Padahal, jika dipikir-pikir lagi, aku adalah murid ternakal di kelas. Selalu meramaikan suasana, mengganggu teman sebangku, nilai pas-pasan dan pemimpin dari biang onar. Mengingat itu aku berhenti sejenak, dari dalam hati terdengar suara yang menggumam berulang kali. Hati ku mulai terasa tidak nyaman, bukan karena kedinginan, tetapi ada perasaan yang amat menusuk. Ku abai kan dan hanya berfikir untuk main.

Malamnya, dengan perasaan yang tak nyaman, ku berusaha untuk tidur. Ku kosongkan kepala ku, tapi tidak bisa. Di dalam kepalaku, selalu muncul suatu suara, petir dan hujan tak terdengar. Suara lembut itu yang menyelimuti segalanya. Malam itu kejadian tadi terngiang-ngiang di kepala ku. Di dalam hati ku terasa perasaan yang mengganjal. Ku ingat nasehat orang tua ku yang selalu mengingatkan ku untuk berterima kasih. Perasaan ku sangat gelisah ingin ke kamar orang tua tapi sudah larut malam. Ku intip dari cela pintu, sudah gelap tanda lampu sudah di mati kan. Walau ada keinginan untuk bercerita kuputuskan untuk kembali dan mencoba tidur dengan berfikiran kutunda besok.

Esok sudah terlambat, tidak ada jawaban waktu kuhubungi. Yang tersisa hanya informasi bahwa guru itu harus resign karena harus membantu orang tua nya di luar pulau. Sekarang, yang ku lihat hanyalah peti kenangan yang ditutup dengan rapat agar tidak bisa dibuka. Di depanku hanyalah genangan air yang menetes penuh dengan duka dan kesedihan. Hanya bisa mengenang dan mengingat tetapi tidak bisa berbuat. Apa daya hati dengan penyesalan yang tak terselesaikan. Kuingat kembali kata-kata nya “Ayo, kamu harus tegar.” dengan menesteskan setitik air mata.

Ian Griffin

Komentar (1) »

Biografi Marylin Monroe “Ironi Sang Bintang” Penulis: Gozia Pranata Oleh:Nia.H

Dengan sampul redup bergambar Marilyn Monroe serta mantan presiden kita Bung Karno, buku biografi tulisan Gozia Pranaja ini menarik perhatian saya. Awalnya, saya memang “buta” terhadap profil Monroe, yang saya tahu hanyalah ia mantan aktris Hollywood yang cukup sukses dan menimbulkan banyak kenangan bagi para penggemarnya. Penasaran, akhirnya saya telusuri lembar demi lembar. Ternyata, semakin saya baca, semakin membuat saya penasaran, karena itu buku dengan halaman kurang lebih 130an ini dapat saya lahap hanya dalam satu hari.
Marilyn Monroe, seorang wanita yang penuh semangat, penuh kegigihan, begitu buku ini menggambarkannya. impiannya yang menggebu-gebu untuk menjadi seorang aktris terkenal tak pernah gugur dalam keadaan apapun, sekalipun keadaan tersulit dalam hidupnya.
“Terkadang saya berfikir, ketika melihat dunia luar. Di luar Hollywood ada ribuan gadis sedang duduk sendirian seperti saya, bermimpi menjadi bintang film. Tetapi saya tidak akan merisaukan mereka. Impian saya jauh lebih kuat dari mereka” itulah sepenggal kutipan pernyataan Marilyn Monroe.
Buku ini menggambarkan betapa ironinya perjalanan monroe kecil samapai menuju tangga Hollywood, setiap detik dari hidupnya selalu digambarkan sebagai klimaks. Selalu ada berbagai rintangan, mulai dari pelecehan fisik oleh pamannya sendiri hingga ketergantungan pada obat tidur. Menarik, buku ini menceritakan betapa teguhnya monroe mengarungi kehidupan cinta dengan beberapa suaminya. Digambarkan secara kompleks mulai dari awal lahirnya hingga terakhir kalinya ia menghembuskan nafas serta berbagai konflik yang timbul karenanya. Buku ini secara gamblang memaparkan kehidupan Monroe. Buku yang tak akan pernah disesali untuk dibeli.

Komentar (1) »

fabulosity kimora lee simmons

Jessica Tanuseputra

Judul Buku: FABULOSITY what it is and how to get it
Penulis: Kimora Lee Simmons
Comment:
Buku ini ditulis oleh seorang model dan fashion designer America, Kimora Lee Simmons. Buku ini ditulis dlm bahasa inggris, dengan tebal 264 halaman, dan merupakan sebuah autobiography. Buku ini berisi tentang biography dirinya sendiri dan juga ditambah sedikit cara2 dia melakukan bisnis, dll. Buku ini selain menceritakan tentang biography dirinya buku ini juga sebuah empowering book yang isinya tentang rahasia kesuksesan dirinya yang ditujukan untuk wanita.

Komentar (1) »

Perjalanan Tatto S.Pradjamanggala

Buku ini menceritakan tentang seseorang yang bernama Tatto S. Pradjamanggala. Tattoo S. Pradjamanggala adalah seseorang  yang tantang menyerah pada massa Soeharto.

Menurut saya buku ini sangat menarik , karena Tatto S. Pradjamanggala mempunyai semangat yang besar untuk memajukan bangsa, beliau sudah sering masuk ke dalam penjara tanpa alasan yang jelas. Tapi beliau masih tetap bisa sabar menghadapinya sampai dia bertemu dengan seseorang yang nantinya menjadi sahabatnya.

 

 

Jushua SP XI

Komentar (1) »

“KETEGUHAN SEORANG RONNY PATTYNASARANY”

Menurut saya buku ini sangat bagus, dimana si penulis menjabarkan secara detail kehidupan Ronny Pattinasarany. Si penulis menceritakan mulai dari kampung halaman Ronny Pattynasarany, kehidupan masa kecilnya, sampai dia remaja, hingga akhirnya dia menikah dengan seorang wanita cantik yang benama Stella dan dikaruniai tiga orang anak yang bernama Benny, Yerry, dan Ceta. Di dalam buku ini dikisahkan bagaimana pahit getirnya kehidupan yang Ronny jalani. Ronny adalah seorang yang tidak mudah menyerah menjalani hidup. Tekadnya untuk bermain bola membuat dia merasa yakin, dengan bermain bola dia pasti dapat menghidupi keluarganya. Keinginannya untuk mengangkat persepak bolaan di Indonesia telah tercapai. Oleh karena itu, jasanya sebagai seorang pemain nasional tidak dapat dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Apalagi Ronny pernah menjadi pelatih dari beberapa klub sepak bola di Indonesia dan menuaikan hasil yang baik. Hingga akhirnya, Ronny Pattinasarany di sebut-sebut sebagai pemain legendaris terbaik urutan nomor tiga di Indonesia hingga sekarang.
Buku ini juga menceritakan bagaimana Ronny sangat sayang pada keluarganya. Itu terbukti pada saat dia rela meninggalkan karirnya sebagai pelatih sepak bola di PS Semen Gresik karena ingin menolong kedua anak laki-lakinya yang terjerat narkoba. Usahanya pun tidak sia-sia, sehingga kedua anak laki-lakinya bertobat dan kembali ke jalan Tuhan.  Buku ini juga membuktikan ketegaran Ronny Pattinasarany dalam menjalani hidup, yaitu saat Ronny menderita kanker pankreas dan berobat ke Guangzhou, China. Meskipun menderita penyakit yang serius, dan dokter memvonis bahwa umurnya tidak lebih dari satu bulan, Ronny tetap yakin bisa sembuh. Namun Tuhan berkehendak lain. Tepat tanggal 19 September 2008, Ronny Pattynasarany menghembuskan nafas yang terakhir. Ini dapat kita ketahui dari tulisan buku harian istrinya, Stella yang dimuat idi buku ini.
Melihat Ronny Pattynasarany yang dapat melewati berbagai masalah dan kesulitan dalam hidupnya, saya setuju denagn judul pada cover buku ini, yaitu “ Dan, Saya Telah Menyelesaikan Pertandingan Ini….”

Komentar (1) »

Bersaksi Di Tengah Badai dari Catatan Wiranto

“Bersaksi Di Tengah Badai” adalah sebuah judul buku yang berisi tentang biografi seorang Jendral Purnawirawan Wiranto, yang biasanya disapa dengan nama Bapak Wiranto. Buku terbitan IDe Indonesia ini, ditulis oleh Aidul Fitriciada Azhari. Buku ini dapat dikatakan cukup lengkap dan menarik. Buku ini menceritakan dengan detail peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Pak Wiranto. Mulai dari masa kecilnya hingga beliau diangkat menjadi Menteri Pertahanan Keamanan / Panglima Tentara Nasional Indonesia (Menhankam/Panglima TNI) dan akhirnya pensiun dari dinas aktif pada usia 52 tahun.

Jenderal TNI (Purn.) H. Wiranto S.H dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 4 April 1947. Beliau menikah dengan Hajah uga Usman, S.H., wanita asal Gorontalo, pada 22 Febuari 1975. Wiranto hidup bahagia, beliau dikaruniai dua orang putri serta satu orang putra. Wiranto juga memiliki berbagai hobi, contohnya beliau gemar berolahraga tenis dan bulutangkis. Selain itu, beliau juga memiliki hobi menyanyi.

Beliau mulai menapak karier sebagai perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dari Korps Kecabangan Infantri pada akhir 1968, setelah dilantik dari Akademi Militer Nasional Magelang. Beliau mengikuti berbagai latihan, pendidikan, dan kursus yang bersifat pengembangan umun maupun spesialisasi. Contohnya, Sussarcab Infantri (1969), Suslapa Infantri (1976), Sekolah Staf dan, Komando (Sesko) TNI AD (1984), serta Lemhanas (1995), dengan prestasi sangat memuaskan sebagai siswa terbaik.

Dari buku yang telah dikarang oleh Aidul Fitriciada Azhari, ada sebuah susunan kata yang dapat manjadi inspirasi bagi kita semua; “Menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks diperlukan perubahan, baik secara struktural maupun kultural”.

 

 

William Jaya Prawira – 11 IPA

Komentar (1) »

FIDEL CASTRO 60 Tahun Menentang Amerika

fidel-castroBuku ini bercerita tentang FIDEL CASTRO adalah anak tuan tanah di Kuba. Sejak mahasiswa, ia aktif sekali dalam perjuangan Anti-Amerika. Karir politiknya cemerlang, sampai BATISTA melakukan kudeta dan membatalkan pemilu.Kejadian itu membuatnya menempuh jalan kekerasan. Pada usia 30 tahun, ia memimpin penyerangan terhadap barak militer Moncada. Sejak itu ia menyatakan perang terhadap BATISTA.

Pada usia 33 tahun ia menaklukkan BATISTA dan mengangkat mengangkat dirinya sebagai pemimpin Kuba. Ia memusuhi Amerika, berteman dengan Uni Soviet, dan nyaris mengadu AS dan Soviet dalam perang nuklir. Berkali-kali nyawanya terancam CIA dan mafia berlomba-lomba membunuhnya.

 

Tokoh FIDEL CASTRO ini merupakan seorang yang berkepribadian kuat. Ia sangat pintar dalam mengatur strategi agar segala yang direncanakannya dapat berhasil. Ia berhasil menjadi seorang pemimpin berkat kecerdikannya itu.

Zefanya.C.S_XI-IPS

Komentar (1) »

David beckham – Alexander

Bagi anak-anak yang maniak sepak bola pasti tahu siapa itu DAVID BECKHAM??

buku ini menceritakan tentang kisah hidup david beckham. Dulunya David Beckham sangat mengidolakan Manchester United, dan karena usahanya yg bgt keras dia benar-benar dapat bermain untuk Manchester United ato yang dapat kita sebut dengan setan merah.

Dari kecil, Ayahnya sangat mendukung beckham untuk bermain bola. Pada mulanya beckham mulai bermain di lapangan kecil yang ada di dekat rumahnya. Dan semenjak dia masuk sekolah, dia bermain d tim sekolahnya sebagai awal permulaan dari kehidupannya. waktu berganti waktu, akhirnya beckham mendapat tawaran untuk ikut latian di beberapa tim terkenal seperti Arsenal, Tottenham, dan lain-lain. Di umurnya yg ke-16, David Beckham di tawarkan oleh Manchester United untuk masuk ke dalam tim tersebut. Dan ini merupakan hal tidak dapat dilewatkan oleh beckham karena sejak kecil dia bermimpi untuk bermain di OLD TRAFFORD ( kandang Manchester United ).Semenjak iut karirnya terus menonjol dan diapun menjadi seorang pemain terkenal sekarang. banyak prestasi yang di dapatnya. dia juga kapten timnas inggris. kehidupan berkeluarganya juga harmonis.

*disini diceritakan semua kisah hidup beckam secara terperinci.
*dari seorang anak kecil yang bukan siap2,menjadi bintang lapangan hijau.
*prestasi yang diraih seta perjalanan hidupnya semua diceritakan buku ini.

Komentar (1) »

Prabowo-Dari Cijantung Bergerak ke Istana

 

 prabowo1

Buku ini menceritakan tentang perjalanan Prabowo dari masa sekolahnya sampai sekarang. Buku ini juga menjelaskan masa kejayaan Soeharto sampai  kandas. Cerita mengenai masa kejayaan Soeharto pun juga di ceritakan cukup jelas. Setengah dari buku ini menceritakan mengenai Soeharto dan separuhnya tentang Prabowo. Masa kecil Prabowo memang tidak diceritakan secara detail, hanya secuplik saja. Suatu hal yang bisa di pelajari dari Prabowo adalah ketenangannya dalam menghadapi masalah demi masalah. Dan prestasinya pun gemilang,contohnya  Prabowo mengalami kenanaikan pangkat yang relatif cepat. Prabowo ini orang yang cerdas juga, dalam sejarah studi dia telah belajar di beberapa Negara, dia juga beberapa bahasa asing. Prabowo ini termasuk orang yang pemberani, dia beberapa kali memimpin pasukan untuk menjalankan suatu misi dan selalu berhasil. Tetapi di sisi lain Prabowo juga manusia, dia juga mempunyai suatu beberapa kesalahan, diantara adalah pelanggaran HAM yang terjadi mei 1998.

Mahardhika P P–11IPA

Komentar (1) »

Ironi sang bintang

Siapa tidak tahu dengan Marilyn Monroe? Anak SMA jaman sekarang pun,pasti masih pernah dengar tentang Marilyn Monroe.

Marilyn Monroe adalah sosok seorang bintang yang cantik nan seksi di tahun 1950-1960an. Dia adalah icon Hollywood yg diidolakan oleh banyak orang khususnya kaum pria. Semua orang yang memandangnya pasti terkagum dan merasa bahwa indahnya hidup seperti Marilyn, jd orang yang cantik nan seksi dan memiliki banyak penggemar.

Namun ternyata dibalik semua itu, Marilyn tidak  jauh berbeda dengan orang biasa, bahkan dia memiliki masa lalu yang sangat kelam. Terlahir sebagai anak yatim. dia pun dititipkan di panti asuhan, berpindah orang tua asuh bukan lagi hal yang aneh baginya. Tidak hanya itu, cobaannya sebagai anak yatim tidaklah cukup. Semasa mudanya Marilyn sudah pernah diperkosa dan hamil di usia belasan. Menikah pertama kali di usia 16. Dan karena hidupnya yang selalu kurang bahagia, dia pun memiliki banyak kekasih dan sering “kawin-cerai”. Karirnya juga tidak berjalan dengan sangat mulus, bahkan di saat terpuruk dia menjadi bintang film porno hanya untuk menyambung kehidupan. Skandalnya dengan John F. Kennedy juga membuat dia terjebak dalam masalah. Samapi akhirnya meninggal, dengan penuh misteri. Tidak ada yang tahu bagaimana dia meninggal, dibunuh, kesalahan resep obat, ataupun bunuh diri.

Marilyn kecil sudah menyadari akan kekelaman hidupnya,namun dia slelau berangan-angan menjadi artis. Dan dia memiliki mimpi itu,dimana dia merasa mungkin di luar sana banyak gadis bermimpi sepertinya,namun mimpinya cukup kuat untuk menjadikan dia benar-benar bintang,tidak seperti gadis lain. Dengan ambisi itu dia pun menjadi bintang.

Semua cerita tentang kehidupan kelamnya,skandalnya, serta semangatnya, terkuak secara lengkap dalam buku biografinya yang ditulis oleh Gozia Pranaja. Buku berjudul Ironi sang Bintang ini benar-benar menceritakan tentang sosok sang bintang yang fenomenal namun memiliki hidup yang tak begitu indah.

 

Thea~

Komentar (1) »

Pramoedya Ananta Toer dari dekat sekali

pramoedya-ananta-toer-dari-dekat-sekali

Tak seperti buku-buku biografi yang berisikan cerita tokoh secara penuh, buku yang satu ini merupakan kumpulan-kumpulan penggalan cerita tentang keseharian Pramoedya Ananta Toer. Sayangnya penggalan-penggalan cerita ini tidak berhubungan satu dengan yang lain, sehingga mungkin akan membuat beberapa cerita kurang lengkap. Namun diluar itu kumpulan cerita-cerita ini mampu menggambarkan kepribadian dari Pram (panggilan akrab Pramoedya A.T) dengan baik. Buku biografi ini ditulis oleh Koesalah Soebagyo Toer sendiri, yang tidak lain adalah saudara kandung dari Pramoedya Ananta Toer sendiri, jadi sudah dipastikan kejadian-kejadian yang ada berasal dari sumber yang juga mempunyai andil dalam pengalaman-pengalaman itu.

Ada 3 bagian besar dalam buku ini, bagian satu mengisahkan cerita dari 1981-1986, bagian dua 1987-1992, dan bagian tiga 1992-2006. Di buku ini kisah-kisah yang ada, tidak menceritakan keseluruhan hidup dari 6 Februari 1925 dimana beliau lahir. Namun ada juga beberapa kisah yang bersifat “flashback” seperti cerita tentang kematian orang tua beliau, atau juga kisah-kisah sewaktu beliau sedang menjalani hukuman penjara. Terdapat banyak penggunaan kalimat langsung di buku ini, yang dapat membantu kita menggambarkan sifat beliau dari gaya bahasanya. Sebagai seorang adik yang sangat menghormati kakaknya Koesalah Soebagyo Toer telah menuliskan buku ini dengan baik. Dari setiap cerita yang ia tuliskan dapat tergambarkan dengan jelas rasa hormat tersebut. Penulis terkenal yang buah karyanya tidak hanya diakui Indonesia tetapi juga internasional ini, merupakan sosok yang membanggakan Indonesia. Kematiannya pada tanggal 30 April 2006 lalu, merupakan kehilangan yang besar bagi tanah air ini. Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada umur 81 tahun, namun itu bukan berarti segalanya berakhir bagi beliau. Karena beliau akan selalu dikenang sebagai sosok panutan bangsa, selain itu buah hasil dedikasi beliau kepada sastra akan terus diingat semua pengaggumnya. Dalam kurun waktu 63 tahun dimana beliau menitis karir penulisnya, tercatat kurang lebih ada 21 buku yang telah beliau selesaikan.

OQ / 11A

Komentar (1) »