Kesepian karena Sahabat

Apakah kamu pernah merasakan kesepian karena kehilangan orang yang kamu sayangi atau sahabatmu? Apa yang kamu rasakan pada saat itu?

Ya, itulah yang kurasakan. Sakit sekali. Apa perbedaan teman dan sahabat menurutmu? Kalau bagiku, teman hanyalah orang yang dapat datang dan pergi dengan sendirinya dan mudah didapati. Tetapi, sahabat adalah seseorang yang dapat mengerti perasaan dan menerima diri kita apa adanya, orang yang benar-benar dekat sampai tahu tentang hal-hal kecil tentang kita, orang yang paling dapat dipercaya, yang ada di saat kita butuh atau bahkan saat kita tidak butuhpun, mereka akan selalu ada didekat kita. Terkadang, sahabat juga butuh untuk didengarkan baik itu senang ataupun sedih. Sehingga jika kita memiliki sahabat, maka kita harus membutuhkan kesabaran untuk mendengarkan cerita mereka, serta perasaan yang mereka rasakan.

Hari itu hari Sabtu, tepatnya pada tanggal 17 Desember 2007. Hujan lebat turun melanda kota tempat aku tinggal. Tiada seorangpun yang meninggalkan rumahnya karena lebatnya hujan tersebut. Cukup lama, lebih kurang sepuluh jam air dari langit tersebut membasahi kota Surabaya, sehingga menyebabkan banjir di beberapa daerah di kota tersebut. Pada saat itu juga, meneteslah air mataku tanpa henti. Merasakan kesepian dan kehampaan dalam hidup ini. Hanya dapat duduk diam termenung seorang diri sambil mendengar dan melihat suara hujan dan petir di balik jendela kamarku. Seluruh otakku hanya penuh dengan tanda tanya. Betapa sedihnya perasaan ini. Karena pada hari tersebut, aku kehilangan seseorang yang aku sayang, sahabatku. Aku sudah menganggapnya sebagai saudara sendiri. Tak tahu mengapa kami berdua terpisahkan. Juga tak tahu apa kesalahanku hingga akhirnya ia meninggalkan diriku sendirian saat ini. Dengan tiba-tiba ia pergi dari kehidupanku, seakan-akan telah melupakan semua yang telah kita lalui bersama dahulu. Walaupun sejak beberapa minggu sebelumnya aku telah merasakan ada keganjilan pada persahabatan kami. Aku hanya menyimpannya dalam hatiku, tak tahu apakah itu hanya perasaanku sendiri atau memang benar-benar ada keganjilan. Payahnya aku, tak berani untuk menanyakan apa permasalahannya. Hingga akhirnya lambat laun kami berpisah. Berat bagi diriku untuk menerima kenyataan tersebut… Mungkin aku memang bukan yang terbaik untuknya, tetapi aku telah melakukan yang terbaik buat dia. Ingin bertanya apa kesalahanku dan meminta maaf jika aku bersalah. Tapi aku tahu, kalau itu semua sudah terlambat..

Kami telah berteman sejak kecil, tepatnya saat berumur lima tahun. Hingga berakhir di hari Sabtu tersebut, 17 Desember. Setiap hari aku lalui dan menghabiskan waktuku bersama dengannya saat di sekolah. Kami selalu bermain, belajar, dan jalan bersama-sama. Seandainya ia dapat kembali dikehidupanku ini, aku ingin segera memeluknya dan meminta maaf atas semua kesalahan-kesalahan yang telah kuperbuat padanya dan memulai persahabatan itu lagi dari awal. Tetapi aku juga tahu, hal tersebut tidak akan terjadi… Aku hanya dapat berharap agar dia bisa mendapatkan teman atau sahabat yang lebih baik dariku. Karena hanya dirinya sendiri yang tau apa dan siapa teman yang terbaik untuknya. Sahabat bagaikan bunga-bunga yang selalu memberikan keindahan dan ketenangan di hatiku…

Senang rasanya jika dapat memiliki sahabat di kehidupan ini. Kita dapat mencurahkan isi hati, bercanda-tawa, dan berbagi kesenangan masing-masing . Bila ada salah satu yang merasa sedih, marah, ada masalah, maupun kesepian, yang satu segera menghiburnya dan akan selalu membuatnya tersenyum kembali. Saat kita mendapat masalah, maka ia akan membantu menyelesaikan masalah tersebut. Serta pada saat kita lagi senang, yang lain akan ikut senang. Bahkan lebih senang dari kita. Hidup ini akan menjadi lebih berarti karena kita memiliki seseorang yang mengasihi kita.

Hingga saat ini, aku masih sendiri. Tiada seorangpun yang menemaniku.

Akankah suatu saat nanti ada seseorang yang bisa mengerti dan mengasihiku sebagaimana aku mengerti dan mengasihi mereka?

Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Rasanya ingin sekali punya sahabat lagi. Sahabat yang dapat menerimaku apa adanya. Tetapi untuk mendapatkan itu semua sangat sulit. Karena menurutku, sahabat sejati itu sulit untuk mendapatkannya, meninggalkannya, serta melupakannya di kehidupan ini. Karena itu, sebaiknya kita harus berpikir dahulu sebelum memilih siapa orang yang akan menjadi sahabat kita dalam hidup ini… Sahabat bagaikan permata yang berharga. Karena itu kita harus menjaga persahabatan yang telah terjalin tersebut dengan sebaik-baiknya…

By :

Mia – 10.1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: