Seorang yang kukenal

Malam itu adalah malam teraneh yang pernah terjadi.Saat kubuka mataku, yang hanya bisa kulihat adalah sebuah cahaya lampu dan seorang sosok pria berjas depanku.Tanganku ditali dibelakang kursi,begitu juga kakiku.Lalu pria itu bertanya “Dimana dia?”,tapi aku tak mengerti apa madsudnya.Pria itu bertanya lagi berkali-kali,tapi tak ada gunanya.Ia menendang kursiku dan kujatuh ke lantai.di saat kesadaranku mulai pudar,kulihat ada seseorang turun dari atap dan jatuh di atas pundak pria itu dan kudengar suara tusukan dari arah pria itu.sayang tak sempat ku melihat rupanya.

Saat ku sudah sadar,kulihat ada seseorang berkerudung sedang duduk menungguku,Ku tak bisa melihat rupanya tapi seakan-akan dia sedang menatap aku.Lalu Ia berdiri dan mengulurkan tangannya padaku,aku pun berdiri dan kutanya “siapa kamu?” namun dia tidak menjawab,dia melepaskan taliku dan membantuku berdiri.Kutanya lagi “siapakah namamu?” dia menjawab “Namaku tak penting ,Jati dirikulah yang penting”.Dia membawaku pergi keluar gedung itu dan ia bertanya “Apa yang kamu bisa ingat?”,lalu kuberpikir sejenak.dan anehnya aku tak ingat sedikit pun tentang aku.

Setelah mendengar jawabanku ,Ia tampak bingung sambil memegangi dagunya dan Ia bilang “Itu saja?” dan ku jawab “Ya”, karna aku pun heran mengapa hanya itu yang dapat kuingat bahkan namaku ku tak tau. Setelah ku berterimakasih,aku bertanya ” Apa kau tahu namaku?” “Sophie”tanpa melanjutkan kata-katanya, lalu Ia pergi,namun ia menjatuhkan sebuah buku hitam,saat kuambil kulihat ada kertas terselip yang berkata “Ini adalah hadiah yang kuberikan untuk anakku,Lucida.”

Aku terheran bingung,saat ku pulang di ranjang tempat tidur,pikiranku terisi pertanyaan “Siapa itu Lucida?”sampai akhirnya ku tertidur tak kuat menahan kantuk.Esoknya aku berangkat pergi ke kampus Belerano di Kalifornia,saat ku sedang berjalan melewati rumah kulihat orang itu lagi sedang bersandar di pagar besi dan sepertinya dia sedang menungguku.Ku sapa dia dengan ceria,namun Ia tak pernah menunjukkan senyumnya.Aku bertanya “Sedang apa kau disini?”,Dia menjawab “Aku disini untuk membawamu pergi”.”Hah?pergi?”sambil mengaruk kepalaku yang tidak gatal itu,”pergi kemana?Saya belum menyelesaikan kuliahku semester ini!”.Tanpa sebuah kata, Ia mengangkat aku dan membawaku ke motor balapnya.Aku berteriak sambil memukul punggungnya.Namun karena punggungnya begitu keras,Ia seolah-olah tidak merasakannya.Ia menurunkanku ke motornya dan kita pergi keluar kalifornia.

Saat kita di tengah perjalanan yang begitu panjang,aku bertanya “Apakah kau mengenal seseorang yang bernama Lucida?”.Ia diam sejenak dan bilang “Ia adalah adikmu yang kedua,adikmu yang ketiga bernama Lucifer,Lucifer adalah kriminal yang sedang dicari-cari di seluruh amerika,kamu harus berhati-hati”.3 jam kemudian kita berhenti di salah satu pom bensin dan saat itu aku sedang duduk dibawah dahan pohon memikirkan mengapa orang tuaku memberikan nama Lucifer.Mungkinkah karan mereka marah? Atau karna mereka sedang benci?pertanyaan itu selalu datang kian kemari.Sesudah ia selesai mengisi bensin,kita melanjutkan perjalanan kita.Aku bertanya lagi “Apakah kau mengenal orang tuaku?”,Dia menjawab “Orangtuamu adalah orang tua yang baik,Ayahmu adalah bisnisman terkenal di Los Angeles dan Ibumu adalah artis terkenal di San Francissco.”Mendengar hal itu membuat aku begitu senang.
“Baiklah,Kita sudah sampai”katanya.”Dimana ini?Sepertinya aku mengenal tempat ini.”kataku.”Kita ada di Los Angeles tempat dimana orangtuamu sedang berada.Mendengar itu hatiku begitu gembira dan tak sabar untuk bertemu.Kita masuk ke hotel dan aku menunggu di depan pintu sedangkan dia mengurus di resepsionis,Tak lama kemudian aku melihat seorang wanita membuka tangannya dan memeluk aku.Aku yakin,dialah Ibuku.Lalu datanglah Ayah dengan senyuman yang begitu besar,aku bisa menebaknya karna dengan reaksinya yang begitu menyentuh hati.
Namun,waktu aku berbalik dia sudah tak ada.Kucari dia di sekitar hotel,tapi tak ada tanda-tanda bahwa dia ada di sekitar hotel.Aku lari ke Ibu dan bertanya “Ibu,mengapa ibu memberikan nama adikku Lucida dan Lucifer?”Ibu tertawa kecil,lalu ia bilang “Lucida bukan adikmu,kau hanya punya satu adik laki”.jawabnya.Karena bingung ku tanya “Lalu siapakah Lucida?”,”Kamulah anakku.”
Lalu aku melihat cuplikan sebuah Televisi di resepsionis,”Kami telah menemukan kriminal yang kita cari-cari,dia terletak di Jalan Montgomery saat dia sedang…”Tak selesai di bacanya aku sudah lari mencari Lucifer.
Saat ku temukan dia,Ia sudah jatuh tergeletak dan bajunya berwarna merah darah dan disebelahnya ada seorang laki dengan baju jas juga tergeletak dan berdarah bersama dengan pistol .Saat kudekati Lucifer kulihat tangannya,jari manisnya hilang!tapi terdapat sebuah pisau kecil yang panjang.Kupangku dia,dan sempatnya ia tersenyum didepanku.Aku menangis sambil bertanya “Mengapa,Mengapa kamu menjadi seperti ini?Apa yang terjadi dengan tanganmu?Mengapa kamu menjadi kriminal?Mengapa harus kau bunuh laki itu?cukupkah kau untuk membunuh dua orang!?”.Dengan senyum dia berkata ”Aku adalah pembunuh,aku bergabung dengan grup pembunuh dan aku dilatih menjadi itu hanya untuk menemukanmu.Aku disiksa untuk menunjukkan bahwa aku bisa dan siap untuk bertahan dalam kondisi apapun sebagai pembunuh,Termasuk jariku yang dipotong dan dimasukkan pisau agar aku dapat membunuh target-targetku.Semua ini untuk kamu,karna kau sudah hilang dari keluarga kita selama 10 tahun dan pamanmu yang cemburu itu ingin membunuh kamu Lucida,Namun untungnya pada saat dia menangkap dan menyiksamu kau menggunakan nama samaran itu”.”Tapi,mengapa kamu?”Tanyaku.”Hahahaha,suatu hari kau akan mengerti”.Aku menangis tersedu-sedu.
Tak lama kemudian Lucifer meninggal,begitu juga dengan Paman kita.Saat pemakamannya aku sempat melihat rupa mukanya,mukanya begitu mirip dengan aku.Namun aku bingung,”Mukanya tak menakutkan tapi kenapa dia dinamakan Lucifer?”Setelah kejadian itu,aku membaca buku hitam itu lagi.Dan aku menemukan bahwa itu adalah sebuah diari,dan memang lucu untuk pembunuh yang memiliki diari yang berisi perasaan hati dan pengalaman-pengalaman lainnya.Namun,tak semua pembunuh pasti memiliki hati yang dingin.Di diari itu adalah cerita kehidupannya yang Ia habiskan untuk mencari aku hidup atau mati.Di diari itu aku menemukan nama aslinya “Christiano Mundo”,Ia merahasiaakan namanya agar tidak terlacak dan agar aku tidak mengganggunya.Aku bangga dengannya,Ya bangga sekali.Dan bagaimana dengan aku?Ya,Namaku tak penting ,Jati dirikulah yang penting.

Nicholas 10 Cambridge

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: