Impian

Mata kecilku memandang berkeliling, menyelidiki segala sesuatu. kurasa hal ini adalah salah satu hal menyenangkan yang bisa kulakukan. di sampingku ada seorang gadis yang kira-kira sebaya denganku, sedang duduk merenung, persis seperti aku. aku melemparkan senyumku pada gadis itu, saat pandangan kita saling bertemu. dia balas tersenyum. Hmm.. menyenangkan juga bisa membuat orang lain tersenyum. aku memutuskan untuk melakukannya lebih sering lagi.

Aku melihat gedung-gedung yang tinggi. Pasti di dalamnya sangat sejuk. banyak barang-barang indah dan tempat-tempat bermain yang menyenangkan. Aku memusatkan perhatian pada anak kecil yang keluar bersama orang tuanya dengan membawa banyak barang. Senyum anak itu sangat lebar.. pasti dia senang sekali.

Aku mulai melihat mobil-mobil yang berlalu-lalang. ada yang mewah, ada juga yang biasa saja. ada yang menikmati kenyamanan di dalam mobil mewah ber-AC yang dimilikinya. ada beberapa orang yang berdesakan di dalam bis kota, yang tentu saja panas dan sesak.

Beberapa orang sedang merokok sambil berleha-leha di watung. aku heran, apa sih enaknya rokok? itu kan asap.. buat apa mereka makan asap?? kalau aku jadi mereka, lebih baik uang itu ku tabung dan kubelikan makanan untuk mereka yang kurang mampu. tapi.. ah, sudahlah. itu resiko mereka sendiri..

Karena sibuk mengamati hal-hal di sekitarku, tanpa sadar hari semakin sore. gadis kecil di sampingku tertidur. aku tersenyum melihatnya..

Pandanganku mulai kembali menjelajah..

Anak-anak berseragam putih abu-abu keluar dari sekolahnya. sore sekali mereka pulang. pasti sangat menyenangkan di sekolah, karena mereka betah sekali pulang begitu sore. walaupun ada yang keluar dengan wajah yang kusut, tapi sebagian dari mereka sedang tertawa-tawa bersama teman mereka. suatu hari nanti, aku mau jadi seperti mereka. dan aku akan jadi gadis cantik nan ceria, dan pasti banyak teman yang mau bersahabat denganku.

Orang-orang memakai jas dan berkemeja mulai keluar dari kantor yang megah itu. mobil mereka bagus-bagus, deh. pasti uang mereka banyak.. aku ingin sekali seperti mereka.. bisa beli barang apapun yang aku mau. Ayah dan ibu pasti bangga padaku.

Ah, hari semakin sore! namun koran-koran ini masih tetap menumpuk di sebelahku. aku segera berdiri, dan berjalan di sepanjang jalan untuk menjual koranku. aku ingin menabung supaya bisa sekolah, dan jadi bos seperti orang-orang tadi.

Ayah dan Ibu di surga… bantu aku jalani hidup ini..

Walau kaki rapuhku ini masih ingin bersantai, tapi perutku keroncongan. itu berarti aku harus segera menjual koran ini agar bisa makan.

Oh, aku juga akan membelikan makanan bagi gadis kecil di sampingku ini. kasihan.. nasibnya sama denganku. hanya seorang anak jalanan, yang punya banyak mimpi..

Grace Anastasia

10-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: