Pergaulan yang salah

Embun yang rintik-rintik itu membangunkanku dari tidurku yang kurang pulas.Dengan berat kubuka mataku dan melihat jam weker yang ada di sebelahku.Mataku langsung tercengang begitu melihat jam tersebut.Jam 09.00!!! Aku langsung lompat dari ranjang lalu bergegas ke kamar mandi.Tidak sampai 30 menit aku sudah selesai beres-beres.Aku turun dan langsung menghampiri mamaku dan bertanya dengan nada setengah berteriak”Kenapa aku tidak dibangunkan???” Mama saya dengan mudahnya menjawab”Inikan hari Sabtu, mengapa kamu begitu terburu-buru?” Mendengar jawaban yang membuatku tambah jengkel itu aku marah bukan main,tapi karena aku menghindari pertengkaran aku langsung pergi keluar rumah.

Begitu keluar dari pintu rumah aku langsung menuju garasi,mengambil kunci mobil dan mengendarai mobil BMW kesayanganku yang berwarna hitam mengilap itu. Dengan terburu-buru aku langsung menuju Galaxi Mall. Begitu sampai aku langsung parker dan pergi Starbucks café. Di sana sudah ada beberapa temanku menunggu dengan muka setengah masam. Mau bagaimana lagi,itu memang salahku membuat mereka menunngu hampir 2 jam lamanya.Karena rencananya kita sekelompok yang beranggotakan aku,Toni,dan Dexter akan berkeliling di GM mencari pakaian pesta yang formal untuk acara ulang tahun 17 temanku Carissa di rumahnya besok Minggu malam. Kami berkeliling GM sekitar 2,5 jam dan telah menemukan pakaian yang sesuai dan pulang ke rumah masing-masing.

Malam yang dinantikan akhirnya tiba,aku datang ke pesta tersebut dan pestanya sangat ramai dan meriah,dekorasinya juga sangat bagus tapi bagiku itu semua tidak penting karena pada dasarnya aku tidak terlalu suka pesta atau keramaian. Aku menuju bardan duduk sendirian di sana. Toni dan Dexter sepertinya menikmati acara itu. Tak lama setelah duduk-duduk ada seseorang menghampiriku. Ternyata seorang cewek. Cewek itu cantik bukan main, rambutnya yang panjang hitam legam,matanya sebiru laut,dan kulitnya seputih awan. Cewek itu akhirnya memulai pembicaraan. Kamipun berbincang-bincang dengan senang sampai lupa waktu.Sampai begitu senangnya tanpa sadar jarum jam telah menunjukkan pukul 22.35.Kulihat Toni dan Dexter sudah pulang dan akupun pamit dan pulang.

Besoknya akupun berangkat sekolah seperti biasa dan pagi-pagi Toni dan Dexter sudah datang dan mengobrol. Begitu kudatangai mereka,mereka langsung bertanya kemarin ke mana saja kenapa tidak kelihatan di pesta tersebut. Akupun bercerita bahwa aku kemarin aku bertemu dengan seorang gadis. Begitu kuceritakan karakteristik cewek itu, Toni tiba-tiba menyeletuk”Jangan-jangan cewek yang asyik berbincang-bincang dengan kamu itu Karen?” Sepertinya iya…Begitu mendengar jawabanku Toni dan Dexter langsung heran mengapa aku bias berhubungan dengan cewek tersebut.Kata mereka,menurut gosip yang beredar Karen adalah cewek yang rusak, kumpulannya dengan geng-geng sekolah ini,pokoknya cewek dengan reputasi buruk. Mendengar hal tersebut aku merasa tidak mungkin. Tidak mungkin cewek seanggun dia bisa kumpul dengan geng atau melakukan perbuatan buruk. Toni dan Dexter berkata”Pokoknya kamu jangan dekati dia kalau kamu tidak mau ketularan rusak.”

Belpun berbunyi,kami segera duduk ke tempat masing-masing. Selamanya pelajaran baru pertama kali ini aku tidak bias konsentrasi. Di kepalaku yang terpikir hanyalah kejadian Minggu malam saat aku berbincang-bincang dengan Karen tapi di lain pihak aku juga jadi kepikiran tentang apa yang Toni dan Dexter katakan tadi pagi. Saat sedang memikirkan kedua hal itu hpku tiba-tiba bergetar. Kupikir dari siapa, ternyata dari Karen… di dalam smsnya dia berkata”Kamu sepulang sekolah ada waktu senggang tidak? Kalau ada bisa beretemu tidak? Kutunngu di taman…”Hatiku berdebar-debar begitu melihat sms itu.Perasaan senang dan bingung bercampur aduk.Antara aku pergi atau tidak. Setelah beberapa saat akupun akhirnya mengabaikan nasihat Toni dan Dexter dan memutuskan pergi.

Sepulang sekolah Toni dan Dexter mengajakku pergi refreshing pergi jalan-jalan tapi langsung kutolak dan langsung pergi ke taman. Di sana Karen sudah dating dan menungguku. Tiba-tiba di merangkulku dan menangis. Kaget akan hal itu akhirnya aku menghibur dia dan bertanya apa yang telah terjadi.Setelah dia berhenti menangis kamipun duduk dan bercerita dengan maksud menghibur dia,padahal ada udang di balik batu yang tidak kuketahui saat itu.

Semenjak kejadian itu hubunganku dengan Karen tambah lama tambah baik tanpa sepengetahuan Toni dan Dexter. Tapi masalah kian menjadi tidak benar. Lama-kelamaan diriku menjadi berubah. Bukan berubah menjadi baik tapi menjadi lebih buruk.Aku sudah tidak terlalu dekat dengan Toni dan Dexter semenjak aku berteman dengan Karen.Aku yang biasanya pergi ke gereja setiap Minggu sekarang sudah tidak pergi lagi,aku yang biasanya dapat nilai diatas 85 sekarang menjadi 65 bahkan di bawahnya lagi. Tiap malam aku pergi ke klub malam yang dari dulu tidak pernah kudatangi. Kumulai menghisap rokok. Bahkan yang lebih parah aku sampai menggunakan narkoba. Diriku sudah tidak tertolong.Semenjak aku berkumpul dengan Karen dan gengnya aku bahkan tidak lagi mengenal diriku.Sudah tidak tertolong diriku telah terjerumus ke jurang yang dalam akibat pergaulan yang salah.

Beberapa bulan semenjak hari itu,perbuatanku kian menjadi.Ada suatu hari aku terlalu mabukdan berjalan sempoyangan.Aku menabrak seseorang yang ternyata adalah anak berandalan dari sekolah lain juga.Keadaan memanas.Kami berdua bertengkar dank arena saat itu otakku sudah kosong,aku mengeluarkan pisau yang ada di kantongku dan menghujamkan pisau itu ke anak itu.Anak itu luka berat.Aku bermaksud lari tapi tapi nasib buruk,ada polisi lewat dan melihat kejadian itu.Aku ditangkap tanpa sempat melawan.

Foto-fotoku dipajang di halaman depan Koran secara besar-besaran,sekolahku yang tahu akan hal itu memutuskan mengeluarkan aku dari sekolah demi nama baik sekolah mereka.Akupun juga tak luput dari hukuman pengadilan.Aku dihukum 5 tahun penjara.Bayangkan aku dulu anak yang biasa-biasa saja sekarang bisa masuk penjara.

Di penjara aku melewatikehidupan yang tidak pernah aku bayangkan.Setiap hari aku disuruh bersih-bersih,menjahit,atau memperbaiki hal-hal yang rusak.Makan juga nasi dan sayur pahit.Tidur juga di atas papan yang tipis.Kalau tidur sendiri masih mending masalahnya di kamar itu ada banyak orang berkumpul dan tidur jadi satu.Kehidupan di penjara sungguh sengsara,hanya karena pergaulan yang salah aku bisa terjerumus seperti ini.Andai waktu itu aku mendengarkan nasihat Tonu dan Dexter aku tidak perlu merasakan sengsara ini.Andai waktu dapat kembali aku ingin memperbaiki kesalahanku ini…

jennifer IGCSE 10 Cambridge

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: