William – Segala kemungkinan adalah sebuah kesempatan

 

Ku terus berlari dan berlari karena pak Tono seorang tukang roti di jalan Demak terus mengejarku . Memang ini salahku karena mencuri dagangannya . Tetapi mau bagaimana lagi,kalau tidak begini bagaimana aku dapat bertahan dari kejamnnya dunia  ? “hhhhh larinya cepat sekali , kemana ia pergi kali ini?,” geram Pak Tono . Sepertinya ia tampak kebingungan ,maaf ya pak Tono , meski aku baru mengenalnnya beperapa hari ini ,aku secara tidak langsung telah berlangganan disana , berlangganan mencuri . ”

Oh ya namaku adalah Tony Fincent …, ya sebenarnya itu adalah nama samaranku disekolah , nama asliku sih Pariman Sumanto . Aku kurus tetapi anak yang kuat menghadapi derasnya hidup ini . Hidup ini sangat pahit aku telah kehilangan 3 orang yang kusayangi ; adiku , ayahku dan ibuku . Dan sekarang aku tinggal sendirian di sebuah gubuk kecil milik ibuku  . Lalu yang mereka tinggalkan untukku hanyalah sebuah gubuk dan pesan  agar aku sekolah dan terus mengejar cita cita yang sepertinya tidak mungkin tercapai .”  Oh ya Sekarang aku berumur 15 tahun dan berada di kelas2 SMP ,sekolahan negeri . Aku pintar ? Mungkin tidak , dari 9 buah mata pelajaran pokok aku hanya menyukai 2 pelajaran . Bahasa dan Olahraga . Aku suka bahasa , mungkin bukan karena pelajarannya tetapi gurunya . Karena setiap hari ia menceritakan dongeng dan cerita yang menginspirasiku . Sehingga aku dapat membayangkan sedikit titik cerah dalam hidup. Dialah guru yang membuatku bertahan untuk tetap sekolah . Kalau pelajaran olah raga sepertinya aku ahlinya  , meski ku selalu mendapat nilai tertinggi dari bawah …. Yaa mau bagaimana lagi karena aku terlalu hebat , diriku  pernah mempermalukan guru olahragaku yang sombong dalam bidang lari . Ku pikir dia adalah guru terburuk , tetapi aku tak sadar di masa depan ia akan menjadi salah seorang yang paling berpengaruh merubah hidupku. Memang sepertinya aku berbakat dalam lari . Hanya itu yang kubanggakan dalam diriku ini  .

Hari – hari aku lalui seperti bisanya pd pukul 07.00-12.00 ,aku pergi sekolah . Setelah itu aku harus pergi mengemis untuk uang sekolah .Meski kurasa tidak berarti . Terkadang aku harus tidak makan untuk menghemat , Di lain waktu aku mencuri karena terlau lapar dan tidak punya uang .

Sampai pada hari itu dimana aku melihat sebuah kesempatan besar . Sebuah brossur besar tertera di dinding mading sekolahku bertuliskan “lomba lari”, dimana juara 1 berhadiah Rp 1.500.000 ! “Apa 1.500.000 “, hal itu sangat berarti bagiku , berarti  aku dapat menabung . Tetapi terdapat penghalang besar di depan , yaitu uang pendaftaran yang jumlahnya setara dengan uang sekolah dan harus ku bayar bulan depan . Aku pun bimbang tetapi akibat dukungan dari teman-teman dan guru ,aku pun berinvestasi untuk ikut lomba.

Hari itu pun tiba ,tetapi sepertinya aku terlalu kurus dan lemah untuk berlari sehingga pada saat itu aku pun terjatuh dan tak sanggup ku berdiri hingga akhirnya aku kalah .Dibawah derasnya hujan tak terasa bulir-bulir air mata jatuh bersamaan dengan tetes air hujan . Hingga akhirnya tanpa sadar aku berjalan sampai di depan sebuah toko .Dimana tiba-tiba seorang besar yang sepertinya kukenal menggapaiku , memeluku dengan erat ,ayahku ? Bukan ,itu pak Tono tukang roti itu , gawat aku harus lari tetapi cengkramannya terlalu kuat , hingga akhirnya aku terjatuh bersama orang yang mencengkramku itu sampai semuanya pun terlihat gelap .Aku pingsan ……

 

Entah bagaimana caranya,aku bisa berdiri di sini lagi menatap sebuah jalan  yang bersih . Hari ini begitu ramai tetapi hatiku begitu damai . Bersama dengan 50 orang lainnya , ini adalah sebuah medan perang . Aku harus melakukan yang terbaik ,untuk semua orang yang telah memberiku dukungan dan sekali lagi memberiku kesempatan . Bu guru BI dan teman-teman yang memberi harapan dan dukungan . Pak guru Olah raga yang mempromosikan aku untuk bisa ikut lomba kecamatan terbesar di era ini , kemudian Pak Tono ,tanpa bantuannya pada waktu hujan itu aku pasti mati….

Waktu itu di  pagi hari ku tersadar dari pingsan dan kumenemukan sebuah kenyataan yang mengejutkan  , tak habis kupikir ada orang yang mau merawatku , seorang gelandangan yang kotor ini,selama 2hari aku pingsan . Meski akhirnya aku disuruh menjadi seorang pembantu di rumahnya untuk membayar semua yang kuperbuat . Tetapi  entah kenapa selama seminggu itu aku merasa sangat bahagia ,dan beruntungnya aku atas kebaikan Pak Tono yang tak terhingga , aku  mendapatkan cukup uang untuk melunasi sekolahku . Dan aku menganggapnya , Pak Tono sebagai ayahku sendiri .

Tetapi suatu keadaan merubahku , PakTono ternyata menderita sebuah penyakit kronis dan akhirnya ia meninggal dunia .  Ditengah kepahitan itu aku mengambil sebuah pisau , dan aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya . Tetapi aku tidak sanggup . Lalu  sehari setelah pemakaman , aku berdiam sendiri di gubuk , tidak sekolah, meratapi suatu kekosongan yang pernah aku alami sebelumnya .Tetapi  suatu hal yang tidak pernah kubayangkan ,guru olah raga ku yang ternyata teman baik pak Tono datang ,melihatku dengan sinis dan  berteriak ,” Sampai kapan kamu terus berlarut dalam kesedihan , Biarlah semua itu berlalu !” Pada waktu itu aku sempat kaget tetapi belum sampai ku membalas kata-katanya , ia berkata lagi bahwa selama ini dia kagum padaku dan menyerahkan sebuah surat yang ternyata dari Pak Tono . Surat itu  berisi bahwa ia,Pak Tono  telah menganggapku sebagai anaknya dan berpesan agar aku menjadi yang terbaik dengan segala talenta yang ku miliki . Lalu guru Olahraga ku menaruh sebuah formulir pendaftaran  dan pergi dengan berkata ,” Semua keputusan hanya ada ditanganmu nak , dan yang aku hanya akui darimu adalah kecepatanmu..”

Akhirnya disinilah aku di belakang sebuah garis start ,sesuatu yang harus kuperjuangkan .dan aku tidak boleh kalah.

“Dor”,  bunyi tembakan yang menandai bahwa lomba telah dimulai telah diserukan . Akupun berlari . Lomba ini diselenggarakan di sebuah rute yang membentuk Oval dengan total panjang 500m. Dimana untuk menang aku harus berlari 3 kali mengitari rute yang panjang ini . Tetapi nasib sial menghampiriku,di tengah perjalanan aku terjatuh . Sehinga  50 orang itu mendahuluiku . Tetapi bodohnya aku , aku tidak segera bangun dan teringat akan pertandinganku sebelumnya , pertandingan di mana aku kalah . Kenapa harus sekarang ? Kenapa aku mengingat hal itu ? ,Tetapi satu hal yang terlintas di pikiranku ….Dahulu aku adalah seorang pencuri aku berlari meskipun aku jatuh , berlari dan terus berlari meski tahu aku akan tertangkap . Kenapa aku berlari ? Karena berlari menyelesaikan masalahku !Aku tidak boleh menyerah ! Meski ke 50 orang itu sudah jauh di depan ku,kira kira setengah perjalanan jauhnya di depan ku(kira-kira 250m didepanku ). Tetapi pikiranku memacu untuk terus berlari .Dalam lari ku menemukan jalan keluar , menemukan titik terang ,dalam lari aku menemukan kebanggaan . “Yaaaaaa.” soraku . Ku berlari hingga akhirnya aku berhasil menyusul !! orang ke 50 , ke 47 , 48,39,26,12 hingga akhirnya di depan sudah terlihat garis finis yang menjulang . Dengan segenap kekuatan yang tersisa , aku tidak mempedulikan kakiku yang berurai darah , inil adalah perjuangan seumur hidup ,pikirku. Tetapi sayangnya aku harus berbangga dengan predikat juara 5 .

Dan juara 5 tidak mendapat apa-apa.

Satu hal yang aneh,hari itu ku merasa menjadi pemenang,mungkin bukan benar -benar menang , mungkin karena aku mencurahkan semua yang terbaik untuk perlombaan ini . Meski tidak juara 1 , guruku ,teman-temanku , penonton memberikan ‘standing aplaus’ untuk perjaunganku . Seketika itu seseorang berambut cepak, berbadan atletis menghampiriku,memperkenalkan namanya dan menawariku untuk menjadi seorang pelari nasional . “Apa”, ujarku .Ternyata orang ini  adalah seorang pencari bakat bagi pemuda pemudi yang sedang naik daun untuk bersaing mengharumkan nama bangsa di pentas internasional . ” Kenapa aku dipilih ? kenapa bukan orang yang juara 1 itu ? .Orang itu denagn santainya berkata ,” Aku pasti bercanda kalau tidak memilihmu nak,seseorang yang terjatuh tetapi dapat bangkit kembali menyusul meskipun terdapat perbedaan jarak yang sangat jauh  (250 m) .Kau hebat , Harusnya kau bisa menjadi juara 1 , kalau kau tadi tidak berdiam…….Sudah  mari ikutlah dengan ku ,banyak hal yang kau perlu pelajari untuk menjadi professional .”

Tanpa pikir panjang aku menerima ajakannya . Trima kasih semuannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: