Cerdas Saja Tidak Cukup

Rendy dan Reny adalah pasangan anak kembar yang baru saja lulus dari universitas. Rendy mengambli penelitian tentang jamur, sedangkan Reny memlih bakteri. Keduanya sama-sama berkerja keras sampai rela menginap berbulan-bulan di laboratorium mikro biologi untuk menyelesaikan penelitiannya. Di samping pekerja keras, keduanya adalah mahasiswa pintar bedanya, akademis Reny jauh lebih menonjol dibanding Rendy. Reny adalah mahasiswa dengan prestasi akademis yang sangat cermelang, selain itu juga ditmabah dengan prestasi non akademis. Predikat cumlaude dan segudang piagam serta sertifikat yang dimilikinya membuat hampir semua teman sekampus yakin Reny akan sukses di masa depan, jauh meninggalkan Rendy yang prestasinya biasa-biasa saja dan tidak begitu menonjol.

Namun kenyataan berbicara lain. Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan Rendy diterima di sebuah pabrik negatif film. Reny baru di terima di sebuah perusahaan enam bulan setelah Rendy diterima. Bukan itu saja, Rendy masih terus mendapat tawaran kerja dari beberapa perusahaan yang pernah dilamarnya. Hal yang tak pernah dialami Reny.

Kenyataan seperti ini dapat dijelaskan karena Reny memang lebih pintar dari Rendy, tetapi Reny tidak memiliki sebuah ketrampilan yang dimiliki Rendy. Ketrampilan Rendy adalah dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Teori tanpa praktek adalah sia-sia, belajar ilmu tetapi tidak dapat menerapkannya seperti ibarat tahu cara mengendarai mobil tapi tidak bisa mengidupkan mobil.

Reny sekedar cerdas saja tetapi tidak tahu memanfaatkan kemampuan akademisnya yang luar biasa. Ibarat Rendy dan Reny adalah cerita yang berjudul “Pertandingan lari antara kelinci dan kura-kura”. Reny seperti kelinci dalam cerita tersebut, Reny hanya memanfaatkan kecerdasannya saja. Sedangkan Rendy seperti kura-kura dalam cerita tersebut, Rendy memanfaatkan kecerdasan dan kecerdikannya. Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana seorang kura-kura dapat menang padahal dalam kenyataan kecepatan jalan kelinci sudah dipastikan lebih menang dari si kura-kura.

Dalam dunia nyata perbedaan Rendy dan Reny sangat menonjol dalam hal memanfaatkan kesempatan yang ada. Rendy tidak hanya mengandalkan informasi lowongan yang ada di kampus dan di Koran-koran. Rendy dengan seksama mempelajari perusahaan-perusahaan yang dia perkirakan membutuhkan keahliannya, seperti pabrik negatif film yang takut melihat serangan jamur pada gulungan negatif filmnya; pabrik kertas yang kebingungan saat gulungan kertasnya putus-putus karena ditumbuhi jamur; produsen gandum yang ingin gudangnya bebas jamur; produsen makanan yang ingin makannanya bebas bakteri dan jamur; sebuah museum lukisan di Singapura yang ingin melindungi koleksinya dari serangan jamur; bahkan industri petrokimia yang sangat antusias ingin Rendy masuk dalam perusahaanya. Setelah dikirimi prestasi tentang pengelolahan limbah menggunakan mikroba secara ekonomis dan tidak merusak lingkungan.

Rendy mampu memaksimalkan penerapan keahlian yang dimilkinya sehingga mendapat respon positif dari banyak perusahaan. Ketrampilan menggunakan kecerdasan adalah kuncinya. Cerdas saja tidak cukup, harus dilengkapi juga dengan usaha memperluas wawasan dan melatih kemampuan melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang agar kemampuan akademis dapat diterapkan di dunia nyata.

Jadi, kecerdasan yang tinggi tidak menjadi jaminan seseorang akan berhasil untuk kedepannya. Penggunaan kecerdasan ilmu untuk keadaan nyata adalah kuncinya. Cerita diatas dapat menunjukkan kenyataan yang ada, masih banyak cerita-cerita yang dapat menunjang kenyataan ini. Maka dari itu, cerita inipun diharapkan dapat menyadarkan setiap orang-orang pintar yang sombong. Seseorang yang biasa-biasa saja dalam menuntut ilmu belum tentu tidak akan berhasil dalam kehidupan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: