Hanya Sampai Disini

25 Juni 2008,

Ku menangis melihat diriku yang tak bisa apa-apa saat mengetahui kenyataan.

Ku berteriak

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh!!!

Tapi tak akan ada seorangpun yang akan mendengarnya, hanya hatiku dan Tuhan yang dapat mendengar suara hatiku ini.

Butiran-butiran air pun keluar dari mataku, ku tak bisa menahannya lagi dan semakin lama semakin deras.

Ku masuk di dalam selimut dan menangis, hanya itu yang bisa kulakukan.

Ketukan pintu yang sedang memanggil namaku

“Rina.. Rina… buka pintunya”

Ku menjawab

“Aku mau tidur!”

Panggilan itupun menghilang.

Ku tak ingin orang lain melihatku menangis, apalagi kalau mereka tahu kumenangis karena mu. Apa yang akan merek abilang tentang ku? Apa mereka akan bilang bodohnya diriku??

Sebenarnya ku tak tahu mengapa aku harus menangis untuk seseorang yang sudah membohongi ku selama ini.

Kumerasa diriku sangat bodoh mempercayai orang yang sudah membohingi ku.

Yaaa, tanggal 25 Juni 2008, saat itulah kumengetahui siapa dirimu sebenarnya, lebih tepatnya pukul 20:47.

Ku tahu kau bernama Braziil, memiliki seorang adik perempuan dan seorang kakak perempuan.  Tapi kutak pernah tahu bahwa kau sudah memiliki pacar.

Bayangkan berapa lama ku mengenal mu dan tak pernah kau katakana padaku hal itu.

Hatiku hancur saat mengetahuinya sangat hancur, bisa dikata hatiku ini seperti kaca,

saat kaca itu jatuh dan terpecah kaca itu menjadi berkeping-keping.

Sebenarnya kumerasa bingung dengan perasaan yang kumiliki ini, jujur saja memang ku tak merasakan jatuh cinta padamu tapi kali ini kumerasa begitu bodoh telah mempercayaimu.

Huhh… Bila kau berada di posisiku apa yang akan kau lakukan??? Kau telah dibohongi oleh orang yang kau percaya.

Mengapa kau tak pernah mengatakan padaku sesungguhnya??

Hatiku terus bertanya mengapa dan mengapa…

Kumengingat saat pertama kali kita bertemu, kau terlihat ramah dan menyenangkan. Tak tahu bagaimana kita pun menjadi dekat, apa mungkin karna kita sama-sama suka mendengarkan lagu. Saat ku sedih dan merasa sendiri kau selalu hadir dan menghiburku.

Ku teringat saat kau menghiburku membuat ku kutertawa dan merasakan kebahagian. Apa semua itu juga bohong??

Tuhan, inikah jalan yang harus aku lewati? Menyimpan dalam-dalam semua kenangan. Kalau memang ini jalannya, Tuhan, bantulah aku untuk dapat melupakaannya..

Ku terdiam sejenak dan keluar dari dalam selimut.

Setelah Kupikir-pikir untuk apa ku bersedih hanya untuk orang yang telah membohongiku. Tuhan sangat baik buat aku, Dia selalu memberikan rencan yang terindah. Hidup ini memang cobaan, suatu saat mungkin aku akan menghadapi hal yang sama. Huhhh… Susahnya hidup ini. Mungkin ini memang jalan yang harus kujalani.. Malam itu kutertidur bersama bantal yang basah. Sebelum tertidur ku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan nya sampain di sini, meskipun ku tahu ku tak akan pernah bisa melupakannya. Karna ku tahu kutak akan pernah bisa melupakan sesuatu, ku hanya bisa mengenang dan menjalani hidup ini dengan tabah dan berserah.

26 Juni 2008, hari ini kuputuskan untuk memulai hari baru dan memutuskan untuk mengenangnya dalam-dalam.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>SELESAI<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Melissa

10.Cambrige

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    Fanny said,

    Asyik, Me… Leadnya bicara banget… konflik yang dibangun tidak mengada-ada…. Perbaikan ada pada diksi dan penulisan, ya….🙂

  2. 2

    smaiphsby said,

    apa ini cerita asli?

  3. 3

    Fanny said,

    Siapa yang memberikan komentar kepada Melisa???
    Pakai nama asli… Jangan pakai alamat wordpress….


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: