Jatuh Terhempas

Pertama kulihat, aku hanya bisa memandangnya. Pertama mendengar suaranya, aku hanya bisa terdiam. Hari itu, tanggal dua puluh, bulan ke enam, tahun lalu, 2007, aku mengenalnya. Semenjak saat itu, hari-hari ku yang kuanggap membosankan, mulai menjadi berarti karna diri nya. Tak kusadari bahwa aku mulai jatuh hati pada nya. Tiap saat, tiap detik, tiap waktu, hanya ada dirinya di pikiranku. Mataku mengejar sosoknya, telingaku mencari suaranya, tubuhku, mengisyaratkan cinta.

Lelaki yang kupuja itu semakin lama, semakin membuatku merasa terpukau. Hari demi hari kulalui bersama dirinya, hingga akhir nya ia meninggalkanku sendiri. Sunyi, sepi, sendiri, tak ada siapapun sekarang. Hatiku hampa, hariku kosong. Hanya ada kenangan dengan dirinya. Seakan ku terbang ke langit, melayang tinggi bersamanya, tapi itu hanya sebuah mimpi. Sekarang ia sudah pergi dari sisiku, meninggalkan bekas luka yang amat sakit. Yang saat ku tersadar, aku sudah jatuh, terhempas, dan harapan itu hanya ada di dalam anganku seorang. Ingin ku genggam tangannya, mrasakan hangat peluk nya seperti dulu.. Namun aku tau smua itu takkan pernah terjadi lagi, terulang, seperti dulu.

Meski aku berteriak, menangis.

Saat aku tau kalau itu smua hanya anganku, aku terdiam.

Aku menangis bgitu deras nya, sluruh hatiku hancur.. Aku tak tahu mesti berbuat apa karena aku benar-benar merindukanya..

Ia pergi, dan takkan kembali..

Sampai mungkin pada akhirnya, aku pun tetap sendiri, menunggunya, hingga mungkin akhir usiaku…

1 Response so far »

  1. 1

    smaiphsby said,

    bu fanny, maaf, jatuh terhempas itu punya saya, gaby, lupa nulis nama tadi, wkwkwkkwkwkwkw
    .-=GaBz wuz here=-.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: