Lumpuh

Apakah ini mimpi? Tetapi mengapa suara suara ini tampak asli dan berada di dekatku. Aku tak paham mengapa aku berada di posisi ini. Kucoba membuka mata, namun tak ad perubahan yang terjadi. Gelap, tetap saja gelap. Namaku Roy. Dunia terpenuhi oleh suara robekan, guntingan dan aku tak dapat manahan rasa sakit yang kurasakan sekarang. Aku hanya dapat berteriak. Tak dapat diucapkan, rasa sakit ini sungguh tak terbayang. Obat penahan rasa sakit yang diberikan tak membantu sama sekali. Dokter hanya memberikan dosis yang kecil. Aku berteriak terus menerus. Aku merasa lumpuh total. Tak dapat menggerakan tubuhku, merasa lemah dan tak berdaya. Dokterpun tak mengerti bahwa ia hanya memberikan dosis yang sedikit sehingga guntingan guntingan itu kurasakan sepenuhnya. Terlintas dipikkiranku sosok seorang wanita muda cantik. Dialah satu-satunya yang kubutuhkan saat ini. Sayangnya diapun sedang berada dia ruang UGD. Ia mengalami kerusakan ginjal. Aku tak dapat berpikir dan langsung aku mendaftarkan diri untuk menjadi pendonor ginjal baginya. Tak terlepas dari ingatanku, di masa lalu bantuan yang kudapat darinya. Ku tak dapat membalasnya. Lalu saat yang tepat inilah, aku harus menunjukan rasa terima kasihku kepadanya. Wanita muda itu adalah pacarku. Ia bernama Jade. Aku tak dapat melepaskanya dari hatiku yang sedang sedih ini melihatnya lumpuh, tapi akupun hanya dapat menunggu proses sakit ini berakhir dan bisa bertemunya lagi. Jam menunjukan pukul 23:11, operasi ini belum selesai dan hanya menambahkan rasa sakit. Ginjal sebelah kiriku diambil dan saat diambil aku merasakan sakit sama seperti Jade sedang merasakanya. Aku yakin inilah pilihan tepat yang sudah kupilih. Aku harus bisa menerima konsekuesinya. Saat jam menunjukan pukul 23:45 dokter sudah melakukan proses penjaitan kembali organ-organ dan kulitku dijahit. Roypun akhirnya dibantu oleh seorang suster untuk menemui keluarganya dan menunggu proses penggantian ginjal ke Jade. Ia hanya dapat berdoa dan mengucurkan keringat. Saat dokter keluar di pukul 00.15, semua tampak tegang. Dokter menunjukan ekspresi yang cukup mendukung untuk membuat Roy senang. Dokter melaporkan hasil bahwa Jade berhasil melewati fase kritis dan sekarang sudah bisa disembuhkan. Roy dan Jade tetap harus dirawat dirumah sakit selama kurang lebih 3 hari. Di selang waktu tiga hari itu mereka belum sempat bertemu. Roy selalu memikirkan dan bertanya tanya kepada suster dan dokter tentang Jade, begitupun juga sebaliknya. Tetapi saat di hari ketiga Jade tidak menunjukan hasil yang baik. Kondisinya drop dan ternyata ditemukan oleh dokter Jade mengalami infeksi ginjal yang parah. Meskipun ginjal diperbaharui terus menerus, tetap saja akan rusak di waktu 3 hari. Roy masih belum mengetahui hal ini. Ia setia menunggu di ruang tunggu pasien dengan muka tersenyum dan perasaan gembira. DI lain sisi. Jade kondisinya memburuk perlahan lahan. Mereka tapi sempat bertemu dan bisa berbincang bincang. Dokterpun ikut senang melihatnya tetapi tak tega memberitahu ke orang tua Jade bahwa jangka waktu hidupnya tak lama. Dokter tetapi tetap harus memberitahu orangtuanya dan mereka harus menyembunyikan muka sedih mereka di depan kedua daun muda yang mempunyai masa depan itu. Roy dan Jade bisa beraktifitas seperti dulu tetapi Roy lama kelamaan melemah kakinya. Ia berhenti basket karena kakinya mengalami kelumpuhan. Di malam sebelum natal mereka pergi ke tepi pantai dimana mereka bisa melihat pemandangan yang indah. Disaat mereka sedang mengingat pengalaman pengalaman yang menyenangkan, Jade merasakan sakit yang sangat parah. Roy bingung dan tak dapat berbuat apapun. Roy juga mengalami rasa sakit yang parah di bagian kakinya. Tak dapat menolong, malaikat datang menjemput Jade. Roypun tak sadar dan langsung berteriak, “Jade” dan langsung ia terjatuh. Jade meninggal dunia di tanggal 24 Desember. Roy di hari natal yang indah itu dirawat orangtuanya di kamar dan ia merasa kehilangan sesuatu yang sangat penting. Buruknya Roy tak dapat jalan dan main basket lagi seperti teman-teman lainnya. Roy akhirnya lumpuh. Roypun terpaksa menjalani hidupnya sendiri. Tak dapat melupakan Jade. Ia menyimpan semua foto-foto dan kenangan yang masih tertinggal. Ia merawatnya selagi bisa. Ia selalu berdoa agar suatu saat nanti merekapun bisa bertemu lagi.

1 Response so far »

  1. 1

    Fanny said,

    Tokohnya dari ‘aku’ berubah jadi ‘Roy’….


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: