bingung

Hari ini terlambat satu hari sudah aku mengumpulkan tugas Bahasa Indonesiaku yang jelas-jelas belum aku buat sedikitpun. Bingung mau menulis apa untuk tugas membuat karangan narasi. Setelah membaca karangan beberapa teman timbullah ide untuk membuat apa yang ada di dalam hati. Mengalir seperti biasa. Tanpa ada sedikitpun struktur yang dibuat-buat. Meski bingung mau menulis apa kuputuskan untuk menulis cerita kisah selama masa-masa SMAku yang baru seumur kacang kedelai yang ditanam adikku yang dilakukan bersama teman-teman sekelasnya untuk tugas biologi.

Mungkin, pengalamanku tidak ada yang menarik atau terlihat biasa-biasa saja dibanding teman-temanku yang lain. Aku masih ragu apa mungkin menulis kehidupanku yang cenderung biasa-biasa saja? Tetapi aku berpikir lagi. Apakah hidupku segaring itu? Akhirnya kuputuskan untuk berpikir lagi. Lebih baik kubuat saja apa adanya. Aku mulai berpikir tentang masa-masa SMAku di sekolah tercinta ini. SMA IPH. Apa saja yang telah aku lalui? Apa ada yang membuat aku mengingat masa-masa ini dengan mudahnya?

Satu persatu bermunculan dipikiranku. Pertama kali masa di mana kau mulai menempatkan posisi duduk di kelas. Yang cenderung ke belakang. Bersama dengan seorang sahabat baikku sedari masa SMP. Sejak itu aku mulai berkenalan dengan teman teman yang lain. Saat itulah aku mulai memperdalam hubungan. Jika dipikir masa-masa di mana aku melihat seorang anak lelaki yang sangat tidak asing. Saat melihat dia ada rasa yang lain. Tidak seperti biasa. Apa Love at the First Sight adalah ungkapan yang tidak sekedar diucapkan tetapi beberapa orang juga turut merasakan? Hmmm.. Harus diselidiki.

Saat itupun dimulai. Aku berkenalan dengannya. Kita berkenalan di sebuah mall. Kita melanjutkan untuk nonton film terbaru yang keluar di bioskop. Bukan wanita agresif ya🙂. Itu karena temanku yang mengajak pikirku. Setelah itu melanjutkan makan dan kita minum di sebuah cafe. Setelah beberapa lama kita berkenalan mulai dilanjutkan dengan SMSan. Walaupun tidak terlalu dekat, sedikit perhatian darinya membuat aku sdikit bahagia. Bukan karena aku gila perhatian. Tetapi perhatian yang dia berikan sangat berbeda. Walau aku pikir dia hanya seorang anak kecil. Saat-saat dimana aku berpikir dia juga mempunyai perasaan yang sama adalah saat dia mengirimkan SMS selamat malam sebagaimana teman-teman yang lain. Aku pun pamit tidur lebih awal saat kita sedang saling curhat. Sangat kaget rasanya saat dia mengirimkan SMS yang kubaca saat pagi hari tersebut. “Tidur ajah..tapi jangan lupa mimpiin aku juga..” Hmm.. Apa teman biasa pantas mengirimkan kata-kata tersebut?

Aku pikir tidak ada salahnya menanggapi SMS semalam. Asal tidak ditanggapi secara berlebihan pikirku. Setelah itu, hubungan itu semakin berjalan mulus tanpa diketahui siapa-siapa kecuali sahabat-sahabat baikku. Walau aku tahu sahabat baikku tidak menyetujui hubunganku dengannya. Aku tidak memperdulikan itu semua. Bahkan seorang anak yang dulu kusukai tidak kutanggapi lagi. Hanya demi sesorang yang kuanggap akan penuhi hariku dengan berbagai kisah yang membawa goresan terdalam di dalam hati.

Hari yang tak ingin kulewati itu tiba bagaikan angin yang datang dan pergi tanpa pamit. Hatiku hancur saat mengetahui dirinya punya banyak orang lain yang sanggup memenuhi hari-harinya yang kukira sangat indah saat aku bersamanya. Bahkan salah satu gadis itu mampu dan SANGAT BERANI masuk tanpa pamit ke hidupku. Sangat hancur rasanya. Aku bahkan tidak mampu tertawa. Jangankan tertawa. Senyumpun sangat pahit rasanya mengingat semua yang telah dia dan gadis itu lakukan. Semua hari yang kucurahkan hanya tentang dia. Semua kuakitkan dengan dia. Termasuk tugas mengarang puisi yang baru-baru ini aku kerjakan dengan goresan hati yang begitu dalam yang aku yakin akan sangat lama sembuh dan kering. Andaikan aku punya waktu untuk memperbaikinya akan aku perbaiki dan rajut kembali.

Mungkin saat ini bukan saat yang tepat untuk menerima sesorang kembali. Tetapi jika orang tersebut bisa menggantikan posisinya dan mampu memberikan harapan yang nyata mungkin aku harus berpikir kembali dan menerima orang lain. Saat ini yang dapat menggantikan orang tersebut dengan tulus hanya seorang teman yang tiba-tiba dekat kembali saat ada perlombaan basket di sebuah universitas. Tetapi aku tahu itu semua hanya mimpi dan hanya teman yang tidak mungkin aku jadikan teman dekat dibandingkan saat aku bersamanya.

Ahh.. Apa yang aku lakukan? Aku melamun di depan laptopku. Memikirkan betapa bodohnya diriku. Sudah saatnya kuselesaikan tugasku. Mungkin akan aku publish sebentar lagi tulisan ini. Semoga saja tidak ada yang salah karena tulisan ini aku buat dengan apa yang terjadi.

By Windy Wuisan

10.1

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    smaiphsby said,

    miss yang paragraf 3 itu aku bukan kau.. huhu.. miss,, ojok di bilang elek loo
    itu aku buat dengan kisah nyata
    harus bayar lo miss
    KISAH NYATA
    TRUE STORY!!
    wakakaka

  2. 2

    Fanny said,

    wakakaka….
    ok Win… not bad….
    asyik juga… coba kamu tambahi dengan kalimat langsung, trus kamu belajar ngasih tanda baca… kamu bisa nulis, Win… ciao….

  3. 3

    smaiphsby said,

    aPK winn =0. huahuahua.. sahabat”mu itu aq kn salah1 e?
    wkwkkwkwkkwkw.. kao hebad ! ^^b,.

    leNT –


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: