Karena Persahabatan Sejati Itu Ada..

Malam itu, hujan turun membasahi kota Paris. Rintik hujan yang berjatuhan sejak sore itu begitu menyejukkan. Membuat semua orang yang ada di dalam kota Eiffel itu memiliki satu suara hati yang sama yaitu pulang ke rumah dan beristirahat. Ketika semua orang sedang berlomba menyelesaikan kegiatan mereka masing-masing saat itu agar bisa cepat pulang ke rumah, Claire hanya termenung di meja kerjanya dan memandangi langit yang sedang menangis saat itu. Sejuknya udara malam itu ntah bagaimana bisa dirasakannya padahal ia berada di dalam kantornya. Suasana demikian membawa pikirannya mendadak berjalan kembali ke hari-hari sekolah. Hari-hari du mana dia merasakan keindahan dari persahabatan dan kepahitannya sekaligus. Secara tidak sadar, lamunannya berujung ke cerita di mana terjadi pertengkaran besar antara dirinya dan salah satu sahabatnya.
Nama sahabatnya adalah Kane. Kane adalah sahabatnya sejak kecil, lebih tepatnya sejak kelas 1 SD. Entah apa yang ada di antara mereka, tapi mereka dapat mengerti pikiran satu sama lain tanpa harus mengucapkan sepatah kata apapun. Hubungan diantara mereka selama ini sangat baik, konflik-konflik kecil yang ada yang diantara merekapun dapat terselesaikan dengan baik tanpa ada dendam dalam waktu yang singkat. bukan hanya hubungan diantara mereka berdua saja, melainkan hubungan Claire dengan keluarga Kane, juga sebaliknya. Seperti halnya hubungan antara Claire dan Marie. Meskipun jarak umur diantara mereka adalah 3 tahun, mereka tetap dapat membahas banyak hal selayaknya apa yang biasa dibahas dengan teman sebaya mereka masing-masing. Salah satu hal yag dibahas diantara mereka adalah percintaan remaja. Maklum, anak remaja. Marie pernah bercerita pada Claire bahwa dia mempunyai seorang pacar yang sangat romantis. Pernah di satu saat, pacarnya itu menghubungi Marie hanya untuk menyanyikan lagu bagi Marie. Setelah lagu tersebut selesai, telepon itu ditutup tanpa ada kata yang terucap diantara mereka. Berhubunga Claire adalah seorang yang begitu menyukai hal-hal yang berbau romantisme, ia bertanya-tanya kepada Marie siapakah sang pemuda. Sayang sekali, Marie tidak mau memberitahu Claire siapa nama pemuda itu. Meskipun ditudung rasa penasaran yang teramat sangat, Claire tidak mau memaksa Marie ataupun Kane untuk memberitahunya siapakah pacar Marie. Dan hal itu dilakukannya demi menjaga hubungan diantara mereka. Karena entah bagaiman Claire yakin bahwa suatu hari ia akan tahu pacar Marie. Ya itulah yang terjadi selama ini hingga akhirnya pada suatu hari.
Claire melihat seorang pemuda di sekolahnya. Pemuda itu 3 tahun lebih muda dari dia, dengan kata lain seumuran dengan Marie. Pemuda itu tampan, dan Claire pernah dengar bahwa pemuda itu bernama John. Dia adalah pemuda yang pintar bermain alat music gitar, pintar dalam mata pelajarana Matematika, juga pintar dalam banyak cabang olahraga. Seperti biasa, Claire akan memberitahu Kane tentang hal tersebut dan seperti biasa juga Claire akan terus menggali info tentang John melalui orang lain. Ya namanya juga ngefans. Kebetulan John satu angkatan dengan Marie. Beruntung sekali pikir Claire, maka ia pun pergi ke rumah Kane. Sesampai di rumah Kane, Claire masuk ke kamar Kane. Kebetulan ada Marie juga di sana. Baguslah, lengkap semua pikir Claire. Tanpa berbasa-basi, Claire pun menceritakan tentang John kepada Kane dan Marie. Kane dan Marie hanya tersenyum simpul melihat betapa hebohnya Claire bercerita. Setelah Claire selesai bercerita, Marie membuka mulut dan mengatakan bahwa John sebenarnya adalah pacar Marie. Claire pun histeris. Memang karena kaget, tapi nukan kageta karena tidak terima akan kenyataan bahwa John adalha pacar Marie, melainkan karena dia sangat senang akan hal itu. Karena dengan itu, dia bisa lebih banyak tahu tentang John. Kane yang mendengar teriakan histeris Claire pun hanya bisa menggelengakan kepalanya melihat sahabatnya yang satu ini. Karena dia merasa bahwa sekarang saatnya bagi Marie dan Claire berbincang ria mengenai John, iapun memasang headset dan mulai berkutat dengan laptopnya yang tercinta. Tidak terasa 3 jam pun telah mereka lalui hanya untuk membahas John, pacar Marie yang romantis itu yang juga merupakan artis bagi Claire. Melihat bahwa sekarang sudah malam, Claire pun pamit pulang.
Selang beberapa minggu kemudian, Kane memberitahu Claire bahwa Marie putus dengan John. Claire yang mengetahui hal itu langsung ngomel-ngomel. Bertanya ini-itu, dan alangkah kagetnya dia mengetahui bahwa penyebab mereka putus adalah karena kebosanan. Sepulang sekolah, Claire langsung meluncur menuju rumah Kane dan Marie. Sesampainya di sana, Claire melanjutkan omelannya tentang putusnya John dan Marie. Berawal dari ngomel-ngomel yang tanpa maksud berujung ke memarahi Marie. Marie hanya diam dan bersikap biasa, setelah dia tahu bahwa fase pemarahan itu selesai ia kemabali ke kamarnya. Meskipun Claire sudah memarahi Marie karena ia memutuskan hubungannya dengan John, Claire belum puas, dia masih berngomel ria tentang itu di kamar Kane. Kane yang daritadi mendengarkan omelan Claire pun mulai muak, apalagi saat itu Claire mulai mengatakan bahwa Marie itu bodoh sudah memutuskan John hanya karena bosan berhubungan dengan John. Kane yang biasanya tidak marah kepada Clairepun muali tidak tahan, secara Claire sudah mencapai fase menghina adik Kane. Kane pun angkat suara dan memarahi Claire balik. Dia berkata bahwa sudah bukan urusan Claire jika adiknya putus dengan John, bolehlah mangkel karena semejak saat ini dia tidak lagi bisa tahu banyak tentang John tapi tidak perlu sampai memarahi adiknya segala. Claire yang saat itu dirudung rasa kesal, iapun membalas Kane. Secara tidak sadar, suasana panas tercipta diantara mereka. Pertengakaran pun dimulai, tapi berhubung sudah larut malam, Claire yang sedang berpanas hati itu langsung pulang tanpa pamit. Tak lama setelah Claire pulang, Maire kleluar dari kamarnya mennayakan keberadaan Claire kepada Kane. Kane pun sudah pulang. Marie bingung mengapa Claire tidak pamit dulu kepada Marie, Marie berpikir dengan pikiran positif bhawa mungkin Claire buru-buru sampai tidak sempat mampir ke kamar Marie untuk pamit. Hawa malam mendadak terasa sangat panas.
Selama beberapa hari kemudian, suasana panas tercipta diantara mereka. Tidak ada satu pataha katapun yang terucap diantara mereka. Marie baru menyadari hal tersebut setelah ia merasa bahwa ia kehilangan orang yang biasa datang ke rumahnya. Ia pun menanyakan tentang Claire kepada kakaknya. Kakanya menjwab dengan nada yang tidak mengenakkan telinga. Marie pun mengerti hal yang terjadi diantara mereka. Secara kebetulan juga, malam itu John menelepon Marie dan meminta Marie agar melanjutkan hubungan diantara mereka. Marie pun mengiyakan hal tersebut. Marie sebenarnya ingin memberitahu hal tersebut kepada mereka. Tapi ia merasa bahwa suasana terlalu panas untuknya masuk kedalam “ruangan” itu. Ia pun memutuskan memberitahu mereka keesokan harinya.
Keesokan harinya, Marie pun meminta Claire untuk datang ke rumah sepulang sekolah. Claire awalnya tidak mau karena ia terlalu malas bertemu dengan Kane. Dia merasa sakit hati karena Kane sudah membentaknya. Tapi akibat rayuan dari Marie, Claire oun luluh dan memutuskan pergi ke rumahnya dengan catatan bertemu dengan Marie seorang saja. Marie pun sangat gembira dan ia mulai menjalankan rencana lainnya. Sesampain di rumah, Marie mengajak Kane ke kamarnya. Ia meminta Kane untuk mengajarinnya Matematika. Tak lama kemudian, Claire datang masuk ke kamas Marie. Claire kaget melihat Kane, begitu juga sebaliknya. Suasana hening pun tercipta. Melihat hal tersebut Marie pun hanya tersenyum. Melihat Marie tersenyum, Kane dan Claire bingung dan secara tak sadar secara bersamaan bertanya pada Marie, “Apa-apaan kamu ini?” dengan nada yang sama, dengan waktu yang sama. Sesaat mereka mendadak kembali terdiam. Disaat yang bersamaan pula Claire menundukkan kepala dan air mata menetes dari matanya, Kane melihat keluar jendela. Selang beberapa detik kemudian, mereka sama-sama mengucapkan kata yang sama di waktu yang bersamaan pula. Merekapun akhirnya saling mengucapkan kata maaf dan berbaikan. Melihat hal tersbut, Marie sangat gembira lalu mengumumkan bahwa dia sudah kembali lagi bersama John. Hal itupun menambah kegembiraan diantara mereka. Hari-hari berikutnya pun berjalan normal. Berisi canda tawa diantara mereka bertiga, bahkan setelah kejadian itu John terkadang diajak Marie untuk bergabung bersama mereka.
Tiba-tiba, handphonenya berbunyi memecahkan lamunannya. Ada SMS dari seseorang yang menanyakan kabar Claire, Claire hany tersenyum simpul. Ternyata itu adalah SMS dari Kane. =)


F. Ivana Yoshe Edrea – 10.1

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    Fanny said,

    Van… cerita kamu seru tapi lebih punya ‘jiwa’ kalo kamu banyak main dengan kalimat langsung. Pemilihan kata juga jadi catatan saya buat kamu supaya narasi ini bisa terbaca lebih indah🙂 Congrat….

  2. 2

    Fanny said,

    Ada tambahan satu lagi… setelah saya baca ulang, saya agak bingung antara leading dan ending…. kok rada gak nyambung ya????

    Pada alinea pertama, Claire masih ‘mendung’
    Tapi sebelum paragraf terakhir, Claire udah baikan dengan Kane… Jadi gimana????

  3. 3

    Florentina Ivana Yoshe Edrea said,

    hmm..
    sebenarnya pada saat proses pengetikan sudah terpikir untuk memasukkan kalimat-kalimat langsung.
    tapi berhubung dikejar waktu dan pikiran sudah ‘lari’ ke belajar, jadilah demikian.
    sesudah UAS akan saya rubah beberapa & tambahkan kalimat2 langsung.

    tentang leading dan ending:
    leading bermaksud menggambarkan suasana saat itu.
    suasana tersebut yang membawa Claire ‘terbang’ ke dalam ingatan masa lalu.
    ending bermaksud menggamabarkan bahwa Claire telah “terhempas” kembali ke masa sekarang, di mana dia kembali tersadarkan oleh bunyi SMS yang masuk dari Kane.
    nanti akan saya perjelas kembali, bu. =)

    hmm..
    cerpen awal saya bukan itu, bu.
    itu saya buat ulang dari awal.
    hehehe..
    maklum..
    ide cemerlang muncul di menit-menit trakhir.

    terima kasih atas komentarnya, bu.
    komentar ibu sangat membantu saya dalam perkembangan penulisan cerpen saya. =)


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: