Mimpi Buruk Berakhir Bahagia

Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Sudah saatnya Steff tertidur pulas di kamarnya. Tapi pada hari itu Steff tak bisa tidur secepat itu. Besok di sekolahnya ada banyak tugas, ulangan yang harus Steff kerjakan dan pelajari. Salah satu ulangan yang samapi saat ini belum ia bisa mengerti adlah ulangan Matematika. “Bagaimana aku bisa mengerti dengan angka-angka ini”.Kalimat itulah yang berulang-ulang Steff ucapkan. Steff pun terbaring pulas dikamarnya.

“tidak!” teriak Steff, “aku telat!”. Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Steff baru terbangun dari tidurnya, sedangkan sekolah Steff masuk pada pukul delapan pagi. Steff pun dengan lekas bergegas mandi, Steff hanya mandi dengan waktu lima menit, dan berdandan sepuluh menit. Padahal seperti biasanya steff menghabiskan waktu setengah jam untung mrnyelesaikan mandi, berdandan dan lainnya. Tapi entah hari itu Steff bisa telat bangun dan siap-siap dengan waktu yang singkat.

Setelah selesai mandi Steff pun langsung turun ke bawah dan mengambil sepotong sandwich dan membawanya ke mobil. Dengan cepat Steff memakan sandwich itu, karena Steff harus mengulang belajar matematika di mobil, meski hanya memiliki sedikit peluang untuk dengan cepat megerti bahan ulangan matematika Steff.

Meski Steff dengan cepat bergegas mandi dan sebagainya. Steff tetap saja telat masuk sekolah. Menempuh perjalanan dari rumah Steff ke sekolahnya membutuhkan waktu yang tidak singkat. Kurang lebih setengah jam untuk sampai ke sekolah Steff. Hari itu benar-benar menjadi hari yang paling buruk sepanjang hidupnya. Steff pun akhirnya mendapat surat telat masuk dari Kepala Sekolahnya, surat tersebut menjadi surat pertama yang Steff dapat, karena di sekolah, Steff termasuk dalam daftar murid teladan.

Hal buruk ke dua selain telat masuk, jam pertama adalah jam matematika. Steff pun hanya bisa berdoa dalam hati, meminta keajaiban agar dia bisa mengerjakan ulangan tersebut. Tapi nyatanya setelah jam matematika selesai, satu nomor pun tak ada yang bisa Steff jawab. Membuat hati Steff berdetak lebih kencang dan kencang. Steff pun tak tahu mengapa semua teman Steff pada hari itu tak ada yang datang menghampiri nya. Saat istirahatpun Steff belajar sendiri di kantin tentang bahasa Inggris, Steff tak ingin hal buruk yang sama terjadi pada ulangan Inggris Steff. Usai istirahat ulangan inggris pun berjalan. Tangan Steff gemetaran menulis jawaban-jawaban di atas kertas ulangan. Tiba-tiba semua hilang. Hanya sedikit yang Steff dapat ingat. Dari sepuluh nomor yang diberikan Steff hanya bisa menjawab empat nomor.

Pulang ke rumahnya dengan wajah merenggut kesal, sedih. Hari ini sengguh menjadi hari terburuk yang pernah ada sepanjang hidupnya. Hal yang membuatnya lebih kesal lagi adalah semua orang di rumahnya sama sekali tidak ada, pembantu-pembantunya pun juga tak ada. Ke dua orang tunanya seperti biasa sibuk mencari orang tinggal ia sendiri di rumah

“Kriiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnngggggggg” bunyi alaram Steff. Terkejut Steff terbangun dengan disertai keringat di sekitarnya dan buku matematika yang masih ia pegang di kedua tangannya. Menghela nafas panjang dan berkata “oooo hanya mimpi, aku berharap mimpi buruk itu tidak terjadi pada ku!” Steff bangun tepat pukul enam, selesai pada pukul setengah tujuh dan pergi ke mobil, dan segera berangkat ke sekolah. Dan tepat dating ke sekolahnya pukul tujuh. Semua teman menyapanya dan mimpi buruk itu sama sekali tidak terjadi. Steff bisa mengerjakan soal-soal matematika meski tidak semua ia bisa menjawabnya dengan benar. Saat inggris pun Steff bisa mengerjakan dengan lancar. Dan sepulang sekolah Steff pun di sambut oleh ke dua orang tuanya, karena kebetulan saat itu tidak ada proyek-proyek yang harus di selesaikan oleh orang tua Steff.

Hati kecil Steffpun bergembira bahwa mimpi tersebut memang benar-benar tidak nyata. Dan mungkin mimpi itu datang akibat kejenuhan pikiran Steff akibat banyaknya ulangan dan tugas-tugas yang harus ia selesaikan

Giovani – 10.1

1 Response so far »

  1. 1

    Fanny said,

    idenya lumayan asyik…
    endingnya juga bagus… mengejutkan…


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: