Ketekunan Dan Hati Putih Barrack Obama

Ketekunan dan Hati Putih Barrack Obama

Sebagai seorang warga dunia, saya benar benar kagum terhadap sosok seorang Obama. Di dalam situasi Amerika Serikat yang bergonjang ganjing dengan isu isu ekonomi, politik dan sosial (terutama rasisme) ia memberi harapan dengan dipilihnya sebagai presiden Amerika. Barrack Husein Obama memang kini dikenal sebagai ikon kebebasan dan kesamaan(hak). Padahal usahanya tidak bisa dibilang mudah. Masa kecilnya ia hidup berpindah – pindah bahkan pernah tinggal di Indonesia. Juga saat dia mengetahui bahwa ayahnya, Barrack Husein Obama Senior adalah seorang pemabuk dan pemraktik poligami, bukan seperti sosok yang berusaha ia gambarkannya dalam bukunya: Dreams From My Fathers (1995). Bahkan di awal karirnya Obama tak lepas dari masalah rasisme yang menimpanya, ia pun banyak dihujat oleh banyak lawannya. Namun ia tidak melawan secara frontal. Ia hanya menepis semua itu melalui sebuah prestasi, menjadi presiden Amerika Serikat. Namun sebagai seorang Kristen, saya rasa ada sesuatu yang janggal dengan pribadi Obama. Ia percaya beberapa sugesti/mitos, contohnya ia pernah menyimpan patung Hanuman di kantornya, sebagai pembawa untung. Bahkan pernah ada statement yang datang dari Alan Lee Keyes: “Yesus tak akan memilih Obama karena alasan moral” berkaitan dengan tindakannya membela kaum gay. walau ternyata pendeta Bush, Kirbyjon Caldwell mendukung Obama.

                Dari buku yang ditulis berdasarkan refrensi dan material dari tulisan lain ini, banyak hal yang saya pelajari dari Obama, sejarah masa kecil, kondisi keluarganya dan perjalanannya hingga menjabat sebagai presiden. Namun tidak lepas dari masalah, buku ini sedikit tidak konsisten. Dalam suatu pembahasan, diceritakan ibu Obama, Ann, meninggal karena kanker rahim. Namun di bab berikutnya ditulis Ann meninggal karena kanker payudara. Secara keseluruhan, buku ini tidak muluk muluk, segala tulisan rata rata ditulis berdasarkan fakta, lengkap dengan tabel, foto, dan cuplikan pidato – pidato Obama. 

Bernard 11.

1 Response so far »

  1. 1

    Fanny said,

    Komentar kamu apa adanya, Bernard. Saya suka caramu mengekspresikan rasamu🙂


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: